Senin, 21 Maret 2011

Obsesi dan Cita-cita (Black Swan)



Judul                    : Black Swan
Sutradara               : Darren Aronofsky
Produser                : Mike Medavoy, Scott Franklin, Arnold Messer,
  Brian Oliver
Penulis Naskah      : Mark Heyman, Andres Heinz,
  John McLaughlin
Studio                   : Fox Searchlight Pictures
Tanggal Diputar    : 3 Desember 2010
Genre                    : Drama Thriller
Durasi                    : 108 menit
Biaya Produksi      : US$17 Juta
Pemeran                : Natalie Portman, Vincent Cassel, Mila Kunis,
  Barbara Hershey, Winona Ryder


Film ini berkisah tentang sebuah pementasan balet yang diberi nama Swan Lake. Swan Lake membutuhkan seorang penari yang dapat memainkan White Swan dengan kepolosan dan rapuh, dan Black Swan, yang mewakili tipu daya dan sensualitas dengan kata lain ini merupakan peran ganda.



Karakter utama dalam film ini adalah Nina Sayers(Natalie Portman). Nina Sayers adalah adalah ballerina berbakat di sebuah perusahaan balet New York City yang hidupnya didedikasikan semuanya untuk balet. Nina tinggal bersama ibunya, seorang mantan balerina, Erica (Barbara Hershey), seorang penari gagal berbalik artis amatir yang mencoba untuk mengendalikan sebagian besar hidup Nina.
Konflik film ini dimulai ketika peran Black Swan sangat berperan penting dalam kehiduopan Nina dan ia mulai berhalusinasi takut akan perannya akan beralih ke Lily.

Film ini ditutup dengan Nina menatap lampu panggung sambil berbisik "Aku merasa - Sempurna - Aku adalah sempurna," sebagai layar memudar untuk namanya putih dan nyanyian penonton.

Bintang-bintang lainnya yang turut bermain dalam film Black Swan antara lain Barbara Hershey, berperan sebagai ibu Nina yang sangat protektif, yang berharap anaknya dapat mencapai keberhasilan yang gagal ia capai.  Winona Ryder memainkan mantan penari yang perannya diambil oleh Nina.

Sutradara Darren Aronofsky mengatakan ia terkejut dengan betapa sulitnya mendapatkan kepercayaan dari penari balet yang sesungguhnya dalam penelitiannya untuk film ini. Ia menambahkan, para penari balet sering kecewa dengan cara Hollywood menggambarkan dunia mereka, tetapi ia menjelaskan bahwa film "Black Swan" menghormati seni, sembari menjelajahi apa yang ada dalam pikiran seniman.
"Dunia balet sendiri sangat gelap dan gothic [misalnya cerita] 'Sleeping Beauty,' 'Romeo and Juliet' dan, tentu saja, 'Swan Lake,'" ungkap Aranofsky.

Menurut Aranofsky, film ini sendiri bisa disebut Swan Lake. "Kami mengambil cerita dari dunia balet dan pada dasarnya mengambil semua karakter yang ada di sana: Rothbart, pangeran, ratu, dan diterjemahkan ke dalam karakter-karakter dalam film ini." Dan yang pasti, tambah Aranofsky, Black Swan menjabarkan tantangan dan kegelapan serta realita tentang sulitnya menjadi penari balet.

Film ini diawal agak membosankan dan agak membingungkan, namun di tengah-tengah film ini, kita dapat merasakan emosi, suasana dan betapa kuatnya obsesi Nina untuk menggappai impiannya. Film ini sangat penuh kejutan dan menegangkan serta agak  mengerikan. Sutradara Darren Aranofsky memilih para anggota Pennsylvania Ballet Company yang berbasis di Philadelphia berperan sebagai penari-penari utama dalam film 
ini dan menambah kesan otentik bagi film ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar