Senin, 25 Maret 2013

Bioinformatika Dalam Bidang Kedokteran

Apa itu Bioinformatika ?

Bioinfomatika berasal dari 2 kata , yaitu "Bio" dan "Informatika" yang merupakan gabungan antara ilmu biologi dengan ilmu informatika. Pada umumnya, Bioinformatika didefinisikan sebagai aplikasi dari alat komputasi untuk menangkapdan menginterpretasikan data-data biologi. Ilmu ini muncul atas pemikiran para ahli komputer berdasarkan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan).

Bioinformatika merupakan penggunaan IT untuk menyelesaikan permasahalan yang berhubungan dengan Biologi Molekural. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang pesat serta kemajuan dunia kedokteran, ditemukannya/ dimanfaatkan guna meningkatkan standar pelayanan kesehatan. 

Diperlukan suatu terobosan baru agar berbagai penyakit yang sukar terdeteksi dapat mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Dalam terobosan ini, maka diperlukan teknologi baru untuk dapat melakukan diagnosa awal disinilah peran BioInformatika sangat pemting diperlukan. Bioinformatika yang digunakan juga dikenal dengan sistem e-health. Penggunaan aplikasi bioinformatika open souce development tools sangat diperlukan untuk mengembangkan aplikasi Bioinformatika kedokteran yang low cost dan dapat dipergunakan banyak user.


Biosensor & Bioinformatika 

Bioinformatika Kedokteran ditopang oleh 2 ilmu dasar, yaitu Biosensor dan BioInformatika.
Biosensor adalah suatu alat instrumen elektronik guna mendeteksi perubahan kuantitatif dan kualitatif dari suatu sampel biokimia. Contoh sederhana biosensor adalah alat uji tekanan darah & alat pengukur gula untuk  diabetics.

Pada biosensor untuk diabetics ini , pada dasarnya menggukan enzim untuk mendeteksi kelebihan kadar glukosa dalam darah. Enzim tersebut dihubungkan dengan suatu sistem elekronik atau disebut detetor. Detektor tersebut yang akan mendeteksi perubahan elektronik yang diinduksi oleh reaksi biokimia yang dikatalis enzim. Bioinformatika bertugas untuk mengolah data-data genetis tersebut, menjadi informasi yang berguna secara kedokteran, misalnya untuk keperluan diagnostik serta terapi terhadap penyakit.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi sudah seharusnya kedokteran klinis juga ditopang secara penuh oleh berbagai developer Aplikasi seperti aplikasi berbasis open source , user frendly, GUI , dan Multi Core Proccessor. Bioinformatika kedokteran akan semakin berperan dalam menyelesaikan masalh yang dihadapi pasien secara langsung.

Sumber :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar